Anak dan Remaja Paroki MBSB Nyatakan Komitmen Merawat Ibu Bumi Dari Bahaya Sampah

advanced divider
Anak-anak dan remaja dari 12 asrama saat memkikan komiten merawat 'ibu bumi' dari sampah. (Foto : Dok. MBSBNews)

Penulis : Asty Dohu                 Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, MBSBNews,- Kaum remaja dari 12 asrama dan Putri-Putri Altar (PPA) Paroki MBSB Wae Sambi menyatakan komitmen bersama untuk merawat ‘ibu bumi’ dari bahaya sampah. Pernyataan komitmen bersama ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Edukasi Mengelola Sampah Merawat Ibu Bumi yang menyasar anak-anak asrama dalam lingkup Paroki MBSB Wae Sambi.

“Kami, Anak dan Remaja, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi-Keuskupan Labuan Bajo, pada Hari ini, Selasa 17 Juni 2025 bertempat di Aula Paroki Wae Sambi menyatakan komitmen untuk menjaga dan merawat ‘Ibu bumi’ dari aneka sampah.”

Anak-anak dan remaja dari 12 asrama saat memkikan komiten merawat 'ibu bumi' dari sampah. (Foto : Dok. MBSBNews)
Anak-anak dan remaja dari 12 asrama saat memkikan komiten merawat ‘ibu bumi’ dari sampah. (Foto : Dok. MBSBNews)

Kalimat itu terdengar menggema dari Aula Paroki MBSB Wae Sambi pada Selasa (17/06/2025).

Terdengar khas, suara anak dan remaja. Diucapkan terpenggal, seturut ucapan seorang putri yang ditunjuk sebagai ‘komandan’.

Pekikan kalimat itu merupakan pernyataan komitmen dari para remaja dan anggota PPA Paroki MBSB, yang sejak Sabtu (14/06/2025) lalu menjadi peserta kegiatan Edukasi Mengolah Sampah Merawat Ibu Bumi. Pekikan komitmen itu menjadi puncak dari rangkaian kegiatan edukasi ini.

Dalam kegiatan puncak ini, Putra Hawan, perwakilan dari Kole Project memberikan materi terkait sampah dan praktek daur ulangnya.

Dalam materinya, Putra Hawan menerangkan bahwa ada beberapa jenis sampah yang bisa didaur ulang  kembali seperti sampah anorganik yang tidak basah, kering dan padat seperti  botol minum, kaleng, kertas, karton, botol bir atau kaleng  aluminium dan beberapa jenis plastik sampah, lalu mengedukasi anak-anak dan remaja  bagaimana cara memilah sampah organik dan anorganik

Putra menambahkan berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan, Kole Project bersama Paroki MBSB Labuan Bajo  menginisiasi program kolekte sampah bagi umat paroki MBSB Wae Sambi  untuk mengedukasi  dan membangun kesadaran umat akan manfaat  sampah yang bisa di daur ulang dan  mempunyai nilai jual.

“Umat bisa menyumbangkan sampahnya di gereja kemudian sampah tersebut diolah kembali oleh Putra-putri Altar(PPA) kemudian setelah dipilah, diproses oleh Kole Project, menjemput dan menimbang berdasarkan jenis sampah,” ungkap Putra.

Sementara itu Pater Hendrik Seta, OFM yang juga menadi naras umber pada kegiatan puncak ini menegaskan bahwa generasi kedepan, khususnya orang muda, harus menyadari bahwa manusia berada di bumi ini tidak sendirian tetapi bersama ciptaan lain> Karena itu tidak boleh memikirkan diri sendiri tetapi harus memikirkan kelangsungan hidup dari semua ciptaan Tuhan.

Setelah materi-materi edukasi pengolahan sampah disampaikan, anak-anak dan para  remaja mendeklarasikan komitmen mereka untuk menjaga dan merawat ibu bumi, dengan 5 R, yakni Reduce, ⁠Recycle, ⁠Reuse, ⁠Repair dan ⁠Refurnish.

Menutup kegiatan Edukasi sampah bagi anak-anak dan remaja, Pastor Paroki MBSB Wae Sambi, RD Risno Maden, berharap komitmen yang dideklarasikan tidak hanya di dalam pikiran dan dimulut, tetapi dilakukan dalam tindakan, aksi nyata peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama  menjaga serta merawat ibu bumi sebagai bentuk pertobatan ekologis.***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait