Uskup Labuan Bajo Harapkan Pengurus DPP, DKP, Wilayah dan KBG Yang Telah Dilantik, Menjadi Ekaristi Yang Hidup

advanced divider

Penulis : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, MBSBNews,- Para pengurus DPP, DKP, Wilayah dan KBG periode 2025-2029 dalam lingkup Paroki MBSB Wae Sambi, yang telah dilantik, diharapkan dapat menjadi ekaristi yang hidup. Sebab menjadi ekaristi yang hidup itu adalah privilese semua orang yang percaya kepada Kristus.

Harapan itu disampaikan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, saat menyampaikan homilinya pada perayaan ekaristi Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Pengurus Dewan Keuangan Paroki (DKP), Pengurus Wilayah dan Pengurus KBG lingkup Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi, di gereja Paroki MBSB, Minggu (22/06/2025) pagi.

Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, saat menyampaoikan Homili. (Foto : SC. YT. OMK Wae Sambi)
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, saat menyampaoikan Homili. (Foto : SC. YT. OMK Wae Sambi)

Uskup Mgr. Maksi mengawali homilinya dengan berkisah tentang Carlo Acutis, seorang remaja keturunan Italia, yang kini telah ditetapkan oleh gereja Katolik sebagai ‘orang kudus’.

“Carlo Acutis dibetifikasi karena ketertarikannya pada ekaristi. Ia mendokumentasikan mukjizat dari seluruh dunia dan mengakatalogkan itu semua ke dalam situs web yang dibuatnya, menjelang ia meninggal karena leukimia,” jelas Uskup Mgr. Maksi.’

Ditegaskan Uskup Mgr. Maksi, bahwa dengan ekaristi, orang bisa menjadi kudus. Carlo Acutis telah membuktikan bahwa ekaristi itu jalan untuk mencapai keselamatan.

Bacaan yang dibacakan pada hari raya Tubuh dan Darah Kristus itu juga menegaskan bagaimana ekaristi itu menjadi pusat pencarian rohani dan memberi jaminan akan keselamatan.

Dengan demikian, lanjut Uskup Mgr. Maksi, sesungguhnya melalui ekaristi, Tuhan mempersembahkan sesuatu kepada umat. Bukan sebaliknya.

“Ekaristi itu menjadi pemenuhan. Kita adalah ekaristi yang hidup di dunia, yang hidup ditengah-tengah kita. Kita semua dipanggil untuk menjadi ekaristi. Ekaristi yg menyembuhkan, yang menguatkan, yang mebawa damai bagi sesama,” lanjutnya.

Untuk menjadi ekaristi yang hidup, kata Uskup Mgr. Maksi, itu adalah privilese semua orang yang percaya kepada Kristus.

“Mari menjadi ekaristi bagi sesama. Mudah-mudahan ini menjadi pegangan bagi semua yang terpilih menjadi pengurus DPP, DKP, Wilayah dan KBG yang hari ini dilantik,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua DPP terpilih, Isfridus T. Nardi, dalam sambutan pada perayaan itu menyampaikan terima kasih kepada Uskup Mgr. Maksi yang telah melantik para pengurus,  baik DPP, DKP, Wilayah maupun KBG.

Ketua DPP Isfridus, juga mengajak seluruh pengurus untuk bergandengan tangan, menyukseskan program gereja untuk mewujudkan gereja yang sinodal, solid dan solider.

“Modal kepercayaan menjalan tugas adalah iman akan Yesus. Mari berjalan berama dan sukseskan semua program, untuk wujudkan paroki MBSB yang sinodal, solid dan solider,” tutupnya.

Para pengurus saat foto bersama YM. Uskup Mgr. Maksi. (Foto : Dok. Sie Komsos)
Para pengurus saat foto bersama YM. Uskup Mgr. Maksi. (Foto : Dok. Sie Komsos)

Sementara itu, Pastor Paroki MBSB Wae Sambi, RD. Dominikus Risno Maden, mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pengurus yang telah dilantik, seraya mengucapkan terima kasih kepada Tim Formatur yang telah menyelesaikan seluruh tugasnya dengan baik.

Terima kasih yang sama, juga disampaikan RD. Risno kepada pengurus DPP periode sebelumnya yang dinahkodai Bapak Agustinus Jik.

“Terima kasih kepada Tim Formatur. Tugas sudah selesai. Terima kasih juga kepada DPP lama yang dinahkodai Bapak Agus Jik, yang luar biasa. Juga kepada DKP, Bapak Felix Beda Tukan,” ungkap RD. Risno.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, dalam kapasitasnya sebagai anggota dewan penasihat DPP, mengajak seluruh umat untuk mendukung penuh para pengurus yang telah dilantik.

Kepada seluruh pengurus, dr. Yulianus juga mengajak untuk sedapat mungkin bekerja dengan tulus dan Ikhlas. Sebab para pengurus gereja tidak dibayar.

“Ini jabatan yang tidak ada honornya. Kita bekerja dalam iman. Mari bekerja untuk membangun paroki ini lebih baik,” tutupnya.

Turut hadir pada perayaan ini Sekjen Keuskupan Labuan Bajo RD. Fransiskus Nala Kartijo Udu, Vikep Labuan Bajo RD. Yuvens Rugi dan Vikaris Paroki MBSB, RD. Erik Ratu serta sejumlah imam.***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait