Start di Lengkong Cepang, Prosesi Maria Assumpta Nusantara 2026 Diapit Umat Muslim Berhijab

advanced divider

Labuan Bajo, MBSBNews,- Prosesi Maria Assumpta Nusantara dalam rangka pelaksanaan Festival Golo Koe tahun 2026, telah dimulai dari Paroki St. Yosef Pekerja, Lengkong Cepang. Sesama saudara umat Muslim turut berpartisipasi dalam kegiatan itu. Sejumlah umat Muslim berhijab bahkan turut mengapiti Arca Patung Maria dalam kegiatan untuk merawat persaudaraan itu.

Paroki St. Yosef Pekerja Lengkong Cepang, Kecamatan Lembor Selatan, menjadi titik start prosesi perarakan Maria Assumpta Nusantara tahun 2026 ini. Dimulai pada Jumat (10/07/2026), prosesi itu akan berjalan keliling ke seluruh paroki yang ada dalam wilayah Keuskupan Labuan Bajo.

Patung Maria Assumpta Nusantara yang disambut tarian oleh sejumlah Pemudi Muslim berhijab. (Foto : Dok. Panitia)

Penyambutan patung Maria Assumpta Nusantara, sebagai release panitia bidang publikasi Festival Golo Koe, yang diterima media ini Senin (13/07/2026) pagi, berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif masyarakat.

Menariknya, kata Panitia, perarakan ini tidak hanya diikuti oleh umat Katolik, tetapi juga melibatkan umat Muslim setempat. Para tokoh agama dari umat Muslim yang selama ini hidup berdampingan dengan sangat damai bersama umat dari agama lain di wilayah itu, terlihat sangat aktif mengambil bagian dalam kegiatan itu. Dengan semangat, para pria yang berkopiah Muslim dan sejumlah perempuan berhijab, turut serta dalam kegiatan itu.

Hal ini mencerminkan harmoni kehidupan beragama yang sangat kuat di wilayah tersebut.

Puncak acara penyambutan ditandai dengan Misa meriah yang dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus.

Dalam kotbahnya, Mgr. Maksimus Regus menekankan bahwa prosesi akbar tahun ini adalah undangan bagi umat untuk merenungkan makna kunjungan Maria. Mengambil inspirasi dari kisah Maria mengunjungi Elisabeth, Uskup menjelaskan bahwa pertemuan tersebut adalah momen transformasi. Meskipun Maria awalnya merasa takut saat menerima kabar dari malaikat, melalui kasih Tuhan dan kerja Roh Kudus, kunjungan tersebut berubah menjadi sumber sukacita luar biasa.

“Kunjungan itu adalah kunjungan yang membawa sukacita, kunjungan yang membawa kegembiraan, dan kunjungan yang bisa mengubah hidup kita,” ujar Mgr. Maksimus dalam kotbahnya. Beliau menambahkan bahwa kehadiran Bunda Maria di tengah paroki, keluarga, dan hati umat diharapkan memberikan kesembuhan baik secara jasmani maupun rohani.

Uskup Mgr. Maksimus mengajak seluruh umat untuk memanfaatkan waktu yang penuh rahmat ini dengan sungguh-sungguh melalui doa dan penyerahan diri. Beliau menekankan bahwa kunjungan Bunda Maria bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk hidup sebagai satu keluarga orang beriman.

“Semoga oleh kunjungan Bunda Maria kita selalu diubah untuk berjalan bersama sebagai saudara di dalam hidup ini,” tegas Uskup. Beliau mendorong umat untuk saling mendukung, mencintai, mengasihi, dan memaafkan satu sama lain sebagai wujud nyata dari merawat kehidupan yang lebih baik.

Rangkaian Prosesi Selama Sebulan Setelah bermalam di Paroki Lengkong Cepang, patung Maria Assumpta Nusantara akan melanjutkan perjalanan mengunjungi 26 paroki lainnya di seluruh wilayah Keuskupan Labuan Bajo selama satu bulan. Rangkaian prosesi agung ini dijadwalkan akan mencapai puncaknya pada 14 Agustus 2026, melalui prosesi perairan di laut seputar Labuan Bajo dan berakhir di Bukit Golo Koe. Umat diimbau untuk terus membawa harapan dan kerinduan mereka dalam doa selama Bunda Maria mengunjungi paroki mereka masing-masing. (Ferdy Jemaun/Sie Komsos Paroki MBSB)***

 

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait