Penulis : Ferdy Jemaun
Labuan Bajo, MBSBNews,- Umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi kini resmi memiliki Sakrarium atau sumur suci yang baru. Tempat penampungan barang-barang suci tersebut telah diberkati langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus.
Upacara pemberkatan sakral ini berlangsung khidmat tepat setelah perayaan Ekaristi Kudus misa kedua, pada Minggu (28/06/2026) pagi.

Momen ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian proses pembangunan Sakrarium yang telah berjalan beberapa pekan terakhir ini.
Sakrarium yang letaknya berdampingan dengan Gua Maria di bagian utara kompleks gereja Paroki MBSB Wae Sambi ini dibangun berkat gotong royong dan sumbangan sukarela dari umat setempat.
Dengan kedalaman kurang lebih 3 meter, sumur suci ini dirancang khusus untuk menampung barang-barang devosional milik umat yang sudah dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai lagi. Barang-barang tersebut meliputi Patung Bunda Maria yang rusak, Patung Tuhan Yesus yang rusak, Rosario yang putus, serta benda-benda sakramental lainnya.
Dalam tradisi Katolik, barang-barang yang telah diberkati tidak boleh dibuang sembarangan, melainkan harus dimusnahkan atau disimpan dengan cara yang layak, salah satunya melalui Sakrarium.
Pastor Paroki MBSB Wae Sambi, RD. Dominikus Risno Maden, menyambut baik selesainya pembangunan ini. Ia mengimbau dan mempersilakan seluruh umat yang memiliki barang suci tak terpakai di rumah untuk segera membawanya agar bisa ‘diamankan’ di tempat yang semestinya.
“Bagi seluruh umat yang di rumahnya memiliki barang-barang suci dan tidak bisa dipakai lagi, silahkan bawa ke Sekretariat Paroki pada hari-hari kerja,” ucap RD. Risno.
Acara pemberkatan yang berlangsung penuh syukur ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Selain RD. Risno Maden, tampak hadir mendampingi Uskup Mgr. Maksi antara lain RD. Silvi Mongko dan P. Oping Tanis, OFM—seorang imam Katolik dari tarekat religius Fransiskan yang kebetulan sedang berada di Labuan Bajo untuk berlibur.
Turut menyaksikan peristiwa iman ini, sejumlah pengurus inti Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP) MBSB Wae Sambi, serta sejumlah umat.***


