Sumber : Release Sie Publikasi Panitia FGK 2026
Labuan Bajo, MBSBNews,- Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 kembali hadir sebagai tanda nyata dari keharmonisan hidup masyarakat di Labuan Bajo. Perhelatan yang kini memasuki tahun kelima ini tidak hanya menjadi ajang religi, tetapi juga bertransformasi menjadi panggung megah yang mempertemukan wajah multi-etnis dan lintas agama dalam semangat persaudaraan yang inklusif.
Mengusung semangat “Ziarah Komunal”, Festival Golo Koe 2026 dirancang sebagai ruang perjumpaan yang merangkul kemajemukan. Kepanitiaan festival ini dibangun secara kolaboratif, melibatkan pemerintah daerah, paguyuban lintas etnis, hingga tokoh-tokoh dari berbagai agama. Kehadiran beragam komunitas ini mencerminkan harapan Keuskupan Labuan Bajo dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk menjadikan daerah ini sebagai “Rumah Bersama” yang toleran dan damai.

Salah satu misi utama festival tahunan ini adalah menjadi jembatan bagi generasi muda dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi Manggarai. Mengingat sulitnya akses waktu dan jangkauan menuju kampung-kampung tradisional saat upacara adat berlangsung, Festival Golo Koe membawa esensi budaya tersebut ke pusat kota Labuan Bajo melalui beberapa agenda. Pertama, Pertunjukan Caci oleh Pelajar. Sebagai upaya pewarisan nilai, atraksi Caci akan dibawakan oleh anak-anak sekolah dan orang muda untuk memastikan tradisi ini tetap hidup di tangan generasi penerus.
Kedua, teater budaya Manggarai. Menampilkan fragmen kehidupan dan nilai-nilai luhur masyarakat lokal dalam bentuk seni pertunjukan yang menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Dalam agendanya, tarian Caci dan teater budaya Manggarai dilaksanakan pada hari keempat, yaitu 13 Agustus.
Keempat, karnaval budaya dan pentas seni Nusantara. Festival Golo Koe memberikan ruang bagi berbagai sanggar seni dan paguyuban untuk menampilkan identitas budaya mereka, menciptakan sebuah “ziarah budaya” yang holistik. Karnaval budaya dilaksanakan pada 12 Agustus dengan melibatkan berbagai kelompok etnis, pelajar hingga para pegawai, TNI dan Polri. Sementara itu, pentas seni Nusantara akan mengisi panggung utama Water Front City Marina Labuan Bajo pada setiap malam pada pekan puncak festival yaitu 10 – 15 Agustus 2026.
Akses Budaya bagi Wisatawan dalam festival ini terpusat di Waterfront City Marina Labuan Bajo. Dengan itu, festival menawarkan kemudahan bagi wisatawan untuk merasakan pengalaman budaya yang otentik tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pelosok. “Festival ini bertujuan agar pariwisata berakar dan bertumbuh dalam kearifan lokal serta spiritualitas setempat,” sebagaimana tertuang dalam visi penyelenggaraan.
Dengan target 50.000 pengunjung, festival yang masuk dalam jajaran Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif melalui pameran UMKM, sekaligus memperkuat identitas Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga kaya akan harmoni manusia dan budayanya. (eFJe)***


