KBG St. Yohanes Paulus II Resmi Dibentuk, RD. Risno Maden Ajak Umat Teladani 3 Sikap St. Yohanes Paulus II

advanced divider

Penulis : Paulus Jehamat, S.Pd (Sekretaris KBG Thomas More)

Labuan Bajo, MBSBNews,- KBG Santu Yohanes Paulus II, hasil pemekaran dari KBG St. Thomas More, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi, Keuskupan Labuan Bajo, resmi dibentuk. Sejumlah pengurus juga dikukuhkan. Semua umat di KBG itu diajak untuk dapat meneladani sikap St. Yohanes Paulus II, sebagaimana nama pelindung KBG.

Pengukuhan KBG St. Yohanes Paulus II sekaligus pelantikan pengurus masa bakti 2026-2030, berlangsung dalam Perayaan Ekaristi Kudus, yang digelar sekaligus dengan penutupan doa rosario, Selasa, (01/06/2026).

RD Risno Maden saat memberi berkat untuk pengurus KBG St. Yohanes Paulus II. (Foto : Paje)

Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 19.00 WITA tersebut berlangsung dalam suasana penuh syukur, persaudaraan, dan sukacita umat.

Dalam perayaan Ekaristi itu, terdapat dua intensi utama. Pertama, pembentukan KBG Santu Yohanes Paulus II sekaligus pengukuhan para pengurus perdana melalui pemberkatan suci. Kedua, ungkapan syukur atas penyertaan Allah selama Bulan Maria, ketika umat berkumpul dari rumah ke rumah selama kurang lebih 31 hari untuk berdoa, berbagi kisah, dan mempererat persaudaraan.

“Dua intensi utama kita pada malam ini, yang pertama dalam perayaan Ekaristi, KBG Santu Yohanes Paulus II akan dibentuk dan para pengurus akan dikukuhkan dalam pemberkatan suci. Yang kedua, kita mensyukuri segala waktu yang telah diberikan Allah kepada kita sehingga selama kurang lebih 31 hari, kita dari rumah ke rumah selama Bulan Maria ini berkumpul, berdoa, dan berbagi kisah,” ungkap RD. Dominikus Risno Maden, akrab disapa Romo Risno, pada pembukaan perayaan Ekaristi.

Pengurus perdana KBG Santu Yohanes Paulus II masa bakti 2026–2030 yang dilantik yakni Afrianus Safri sebagai Ketua, Albertus F.M. sebagai Wakil Ketua, Emanuel Harsoyo sebagai Sekretaris, Ferdinandus Salon sebagai Seksi Liturgi, dan Heritas Buari sebagai Seksi Koinonia.

Dalam khotbahnya, RD. Dominikus Risno Maden, akrab disapa Romo Risno, Pastor Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi, Keuskupan Labuan Bajo, mengajak umat untuk meneladani Santu Yohanes Paulus II sebagai pribadi yang dekat dengan Allah, memiliki devosi mendalam kepada Bunda Maria, serta menjadi teladan dalam pengampunan.

“Salah satu aspek paling kuat dari Santu Yohanes Paulus II adalah keberaniannya untuk mengampuni. Ia kembali ke penjara dan memberikan pengampunan kepada orang yang telah menembaknya,” ujar Romo Risno dalam khotbahnya.

Romo Risno menegaskan, kasih kristiani tidak berhenti pada pelayanan. Menurutnya, kasih memiliki tingkatan, yakni melayani, berkorban, dan mengampuni. Tingkat tertinggi dari kasih adalah kemampuan untuk mengampuni sesama.

“Orang boleh saja melayani, tetapi belum tentu berkorban. Dan tingkat yang paling tinggi dari kasih adalah mengampuni,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan untuk mengampuni tidak dapat dilakukan hanya dengan kekuatan manusiawi. Umat, kata dia, perlu bersatu dengan Kristus sebagai sumber kasih sejati.

“Hanya orang yang dekat dengan Tuhan yang bisa mengampuni dengan baik. Kalau kita mau menjadi KBG yang penuh kasih, siap melayani, rela berkorban, dan siap mengampuni, tidak ada cara lain selain bersatu dengan Allah,” tegasnya.

Mengacu pada bacaan Injil tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya, Romo Risno mengatakan seluruh umat dipanggil untuk tetap melekat pada Kristus. Tanpa persatuan dengan Kristus, umat akan sulit menghasilkan buah kasih dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan bahwa KBG tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai kelompok doa atau kelompok koor. KBG, menurutnya, harus menjadi komunitas kasih yang hadir bagi sesama, terutama bagi anggota yang mengalami kesulitan.

“KBG bukan hanya komunitas doa giliran, bukan juga hanya komunitas koor. KBG jauh lebih besar daripada itu. KBG adalah komunitas kasih,” ungkapnya.

Romo Risno mengajak para pengurus baru untuk tidak takut menerima tanggung jawab pelayanan. Ia mengatakan, para rasul yang dipilih Yesus juga berasal dari latar belakang sederhana, tetapi diubah oleh rahmat Allah menjadi pribadi-pribadi besar dalam Gereja.

“Roh Kudus mengubah Petrus dari seorang nelayan menjadi paus pertama dalam Gereja Katolik. Roh Kudus juga bisa mengubah kita di KBG Santu Yohanes Paulus II menjadi pribadi-pribadi yang hebat,” ujarnya.

“Tuhan memang tidak punya uang untuk membayar kita, tetapi Tuhan memiliki rahmat yang dapat mengubah orang kecil dan tak berdaya menjadi pribadi yang hebat,” ungkap Romo Risno.

Sementara itu, Yosep Min Palem, akrab disapa Pak Yos, Ketua Wilayah VII Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Keuskupan Labuan Bajo sekaligus mewakili KBG Santu Thomas More, menyampaikan proficiat kepada para pengurus baru. Pak Yos mengatakan, KBG Santu Yohanes Paulus II merupakan KBG ke-39 di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi. Ia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu ke depan akan dibentuk lagi KBG baru di daerah Los Baba.

“Kami menyampaikan proficiat kepada pengurus baru KBG Santu Yohanes Paulus II. KBG ini merupakan KBG yang ke-39. Dalam beberapa waktu ke depan, akan dibentuk lagi KBG baru di daerah Los Baba,” ujar Pak Yos.

Ketua KBG St. Yohanes Paulus II, Afrianus Safri, saat memberikan sambutan. (Foto : Paje)

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki yang telah merestui pembentukan KBG Santu Yohanes Paulus II sekaligus melantik para pengurus baru.

“Terima kasih kepada Pastor Paroki yang telah merestui pembentukan KBG Santu Yohanes Paulus II dan telah melantik pengurus baru KBG ini,” katanya.

Pak Yos mengaku bangga melihat semangat umat di KBG Santu Yohanes Paulus II. Menurutnya, meskipun umat memiliki latar belakang pekerjaan yang beragam, mereka tetap menunjukkan kekompakan dan semangat perjuangan dalam membangun kehidupan menggereja.

“Saya bangga bahwa umat di sini penuh semangat. Banyak jenis pekerjaan yang dilakukan oleh bapak dan ibu, tetapi semuanya tetap penuh semangat dan perjuangan. Kekompakan inilah yang kami banggakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu bentuk kekompakan umat tampak dalam kegiatan arisan mingguan yang dilakukan dari rumah ke rumah. Ia berharap kebersamaan tersebut tetap dijaga dan menjadi kekuatan bagi perkembangan KBG.

“Harapannya, persatuan ini tetap dijaga. Umat sudah terbiasa berkumpul dari rumah ke rumah, dan ini menjadi kekuatan yang baik bagi KBG,” ujarnya.

Selain itu, Pak Yos menyoroti banyaknya anak-anak dan kaum muda di KBG tersebut sebagai perhatian penting bagi pengurus baru. Menurutnya, perhatian pastoral tidak hanya menyangkut urusan rohani, tetapi juga kehidupan umat secara menyeluruh.

“Saya lihat tadi banyak sekali anak-anak. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus untuk menyatukan anak-anak, kaum muda, dan anak sekolah. Mereka menjadi mayoritas di KBG ini dan tentu membutuhkan perhatian,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KBG Santu Yohanes Paulus II, Afrianus Safri, akrab disapa Pak Afri, menyampaikan terima kasih kepada Romo Risno yang telah hadir dan melantik pengurus baru KBG tersebut.

“Terima kasih banyak kepada RD. Dominikus Risno Maden, Pastor Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi, yang sudah meluangkan waktu dan tenaga untuk hadir bersama kami serta melantik kami sebagai pengurus baru KBG Santu Yohanes Paulus II,” ujar Pak Afri.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Wilayah VII, Yosep Min Palem, yang hadir bersama umat pada malam tersebut.

“Terima kasih juga kepada Bapak Yos selaku Ketua Wilayah yang sudah hadir bersama kami pada malam hari ini,” katanya.

Pak Afri memohon dukungan seluruh umat bagi kepengurusan baru KBG Santu Yohanes Paulus II periode 2026–2030. Menurutnya, para pengurus tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan dan dukungan umat.

“Kami mohon dukungan dari bapak dan ibu semua untuk pengurus KBG Santu Yohanes Paulus II periode baru 2026–2030. Tanpa dukungan dari bapak dan ibu semua, tentu kami tidak bisa berjalan sendiri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, KBG Santu Yohanes Paulus II saat ini memiliki 90 kepala keluarga atau KK. Karena jumlah umat cukup banyak, pelaksanaan doa rosario dibagi ke dalam dua sub, yakni Sub A dan Sub B.

“KBG Santu Yohanes Paulus II memiliki 90 kepala keluarga. Karena itu, jadwal doa rosario dibagi menjadi dua sub, yaitu Sub A dan Sub B,” jelas Pak Afri.

Pak Afri menambahkan, pada pelaksanaan doa rosario bulan Oktober mendatang, pembagian kelompok doa direncanakan menjadi tiga sub agar pelayanan dan keterlibatan umat dapat berjalan lebih efektif. “Pada doa rosario bulan Oktober, rencananya akan dibuat menjadi tiga sub,” tambahnya.

Pelantikan pengurus perdana masa bakti 2026–2030 ini diharapkan menjadi momentum pembaruan semangat pelayanan dalam kehidupan KBG. Para pengurus baru diharapkan mampu membangun komunitas yang aktif dalam doa, pelayanan, persaudaraan, perhatian kepada sesama, serta pembinaan anak-anak dan kaum muda.***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait