Tanam Mangrove, Wujud Nyata Aksi Ekologis Festival Golo Koe 2025

advanced divider
Uskup Labuan Bajo saat Aksi Ekologis di Pantai Pede

Labuan Bajo, MBSBNews,- Salah satu program yang dicanangkan dalam pagelaran Festival Golo Koe tahun 2025 di Labuan Bajo, Manggarai Barat adalah Aksi Ekologis. Wujud nyata dari aksi ekologis itu adalah dengan rehabilitasi terumbu karang, bersih sampah dan juga penanaman pohon Manggrove. Semua dilakukan untuk merawat ibu bumi Manggarai Barat

Sebagaimana disaksikan media ini, aksi ekologis berlangsung di Pantai Binongko, Labuan Bajo, Senin (14/8/2025).

Sekretaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo, RD. Frans Nala Kartijo Udu, saat menanam Manggrove di Pantai Pede. (Foto : Ferdy Jemaun)
Sekretaris Jenderal Keuskupan Labuan Bajo, RD. Frans Nala Kartijo Udu, saat menanam Manggrove di Pantai Pede. (Foto : Ferdy Jemaun)

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus, Vikjen Keuskupan Labuan Bajo RD. Richard Manggu, Sekjen RD. Fransiskus Nala Kartijo Udu, unsur Forkopimda, perwakilan sejumlah perangkat daerah lingkup Pemkab Manggarai Barat, tokoh agama, aktivis lingkungan, tokoh masyarakat, serta siswa dari sejumlah sekolah.

Rangkaian aksi ekologis dimulai dengan ibadat yang dipimpin oleh Vikjen RD. Richard Manggu.

Dalam kotbahnya, RD. Richard mengingatkan pentingnya kesadaran akan pertobatan ekologis, menjaga keberlanjutan ciptaan Tuhan, serta mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan seperti mengurangi plastik sekali pakai dan memanfaatkan barang yang bisa digunakan berulang kali.

Ia juga menegaskan bahwa menjaga alam merupakan wujud kasih sayang kepada Sang Pencipta dan bentuk kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan tiga aksi utama, yakni:

  1. Penanaman atau rehabilitasi terumbu karang.
  2. Aksi bersih-bersih sampah di area pantai.
  3. Penanaman pohon mangrove sebagai puncak acara.
Sejumlah aktifis saat menanam Manggrove di Pantai Binongko. (Foto : Ferdy Jemaun)
Sejumlah aktivis saat menanam Manggrove di Pantai Binongko. (Foto : Ferdy Jemaun)

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Aloisius Lahi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kepedulian bersama untuk meminimalisir abrasi dan erosi di wilayah pesisir, sekaligus menjaga lingkungan demi keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Pemerintah daerah pun berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, gereja, unsur Forkopimda, dan para pemerhati lingkungan dapat terus terjalin di masa depan, baik melalui penanaman mangrove maupun pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Aksi ekologis ini menjadi bukti nyata bahwa Festival Golo Koe 2025 tak hanya menjadi ajang budaya dan religius, tetapi juga momentum bersama untuk merawat bumi dan laut Manggarai Barat. (eFJe)***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait