Festival Golo Koe 2025, Umat Paroki MBSB Sambut Patung Maria Assumpta Dengan Panji Dan Tarian

advanced divider
Anak-anak Sekami dengan panji di tangan turut serta dalam arak-arakan Patung Maria Asumpta menuju gereja Paroki MBSB Wae Sambi. (Foto : Ferdy Jemaun)

Labuan Bajo, MBSBNews,- Umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi, Labuan Bajo, menyambut kehadiran Patung Maria Assumpta Nusantara dengan sukacita. Dalam lantunan doa dan lagu Maria, mereka berarak dengan panji dan tari-tarian. Berharap peristiwa ini dapat membuat umat bersukacita, sebagaimana Maria mengunjungi Elisabeth yang membuat bayinya melonjak kegirangan.

Sebagai bagian dari pelaksanaan Festival Golo Koe tahun 2025, Keuskupan Labuan Bajo menjadwalkan ‘kunjungan’ Patung Maria Asumpta Nusantara ke seluruh paroki dalam wilayah Keuskupan Labuan Bajo.

Tarian Tiba Meka menyambut Patung Maria Asumpta Nusantara di Paroki MBSB Wae Sambi. (Foto : Ferdy Jemaun)
Tarian Tiba Meka menyambut Patung Maria Asumpta Nusantara di Paroki MBSB Wae Sambi. (Foto : Ferdy Jemaun)

Umat Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi, Labuan Bajo, menerima arca patung  itu dari umat Stasi Sta. Theresa Dari Kanak-Kanak Yesus, Merombok. Serah terima patung dilangsungkan di pertigaan jalan kantor Kejaksaan Negeri Labuan Bajo, Minggu (03/08/2025), pukul 17.00 Wita.

Sebagaimana disaksikan media ini, acara serah terima patung dilangsungkan dalam seremonial adat Manggarai : ‘torok’. Perwakilan umat dari Stasi Merombok melepasnya dengan torok penyerahan dan perwakilan umat dari Paroki MBSB menyambutnya dengan torok penerimaan.

Selanjutnya, sebelum diarak, kelompok tarian dari Sanggar Tate Kind Art mempersembahkan tarian Tiba Meka diiringi Gong dan Gendang. Arca patung kemudian diarak menuju gereja paroki, dengan 50-an Panji yang dipegang oleh siswa/i SDK Wae Medu dan 200-an bendera merah putih dan bendera Vatikan di barisan paling depan.

Panji-panji ini bertuliskan nama-nama KBG, nama-nama kelompok kategorial, nama sekolah-sekolah dan biara-biara yang ada dalam wilayah Paroki MBSB. Pemegang panji ini berada di barisan tengah, sedangkan di sisi kiri dan kanan ada pemegang bendera (kertas) Merah Putih dan bendera Putih Kuning.

Sepanjang jalan, doa-doa Maria dan lagu-lagu Maria didaraskan oleh komunitas rohani Legio Maria.

Tokoh Masyarakat Wae Sambi Terima di Pintu Gerbang Gereja

Selanjutnya, Patung Maria Asumpta Nusantara ini diarak menuju gereja paroki. Ketika tiba di pintu gerbang gereja, sejumlah tokoh dari Kampung Wae Sambi sudah siap

Patung Maria Asumpta saat diterima tokoh Wae Sambi di pintu gerbang gereja Paroki MBSB. (Foto : Ferdy Jemaun)
Patung Maria Asumpta saat diterima tokoh Wae Sambi di pintu gerbang gereja Paroki MBSB. (Foto : Ferdy Jemaun)

menerima. Di sana ada Bapak Hendrik Hadirman, Bapak Robi Dos, dan Bapak Pinto Salvador. Selain mereka, juga ada tokoh muda : Beni Untul, Fabi Mangka, dan sejumlah tokoh lainya. Keberadaan para tokoh ini mewakili umat Wilayah IV.

Di pintu gerbang gereja ini, Bapak Hendrik hadirman mempersembahkan torok penyambutan, yang dilanjutkan dengan semilir sabda, yang mana ada bacaan injil dan renungan singkat oleh Pastor Vikaris Parokial Wae Sambi, RD. Erick Ratu. Dalam renungan singkat ini, RD. Erick menegaskan tentang pentingnya menyerahkan seluruh kehidupan kepada Bunda Penolong Abadi.

“Sebab Maria tidak hanya menjawab doa kita. Tapi selalu berdoa bagi siapa saja yang kehilangan kegembiraan dan sukacita,” ucap RD. Erick.

Kunjungan Maria, Apakah Umat Melonjak Kegirangan…?

Selanjutnya, tarian tiba meka dari Sanggar Paroki MBSB, pimpinan Ibu Ani Ambang menghantar Patung Maria Assumpta Nusantara ke dalam gereja paroki yang dilanjutkan dengan perayaan ekaristi kudus. Misa dipimpin oleh Ketua Komisi Kerohanian Keuskupan Labuan Bajo, RD. Lorens Sopang.

Dalam homilinya, RD. Lorens Sopang mengibaratkan kunjungan patung Maria ini sebagai kunjungan Bunda Maria kepada Saudaranya Elisabeth.

Patung Maria Asumpta Nusantara saat bersama umat di Paroki MBSB Wae Sambi (Foto : Ferdy Jemaun)
Patung Maria Asumpta Nusantara saat bersama umat di Paroki MBSB Wae Sambi (Foto : Ferdy Jemaun)

Bunda Maria, lanjut RD. Lorens, rela menempuh perjalanan jauh selama beberapa hari dengan berjalan kaki untuk bertemu dengan Saudaranya, Elisabet, yang kala itu sedang mengandung.

“Kisah itu salah satu momen paling mengharukan dalan Injil. Tidak hanya menggambarkan tentang  pertemuan 2 orang suci, tapi juga tentang iman mereka akan Allah yang memberikan perlindungan, Allah yang bekerja dalam hidup mereka,” ujar RD. Lorens.

Kunjungan Maria itu, lanjut RD. Lorens, telah membawa sukacita dalam hidup Elisabet. Bayi yang ada dalam kandungnya-pun turut melonjak kegirangan.

Kunjungan Patung Maria Asumpta Nusantara, kata RD. Lorens, juga diibaratkan sebagai kunjungan Bunda Maria kepada umatnya.

“Saat Bunda Maria ini datang, apakah kita juga melonjak kegirangan?” tanya RD. Lorens seraya menambahkan bahwa pertanyaan itu seharusnya dijawab ‘Ya’. Sebab kedatangan Bunda Maria selalu membawa suka cita bagi umat.

RD. Lorens juga juga menyinggung tentang kedatangan tamu Festival Golo Koe yang harus dilayani oleh umat, yang pada tahun ini pelayananya dipercayakan kepada umat Paroki MBSB Wae Sambi.

Menerima tamu festival Golo Koe, kata RD. Lorens, merupakan bagian dari Iman akan pelayanan, yang harus terwujud dalam tindakan yang nyata. Karena itu, diharapkan agar umat Paroki MBSB dapat menerima tamu festival itu dengan suka cita.

Turut hadir pada perayaan misa ini sejumlah imam, antara lain : Pastor Paroki MBSB Wae Sambi RD. Dominikus Risno Maden, RD. Erick Ratu, RD. Lian Angkur, P. Teribius Gurung SVD, dan RD. Benyamin Malung.

Selanjutnya, pada Senin (04/08/2025) sore, Patung Maria Assumpta Nusantara akan dihantar pulang menuju Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo. Umat menghantarnya hingga samping SMK Stella Maris. (eFJe)***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait