WKRI Paroki MBSB Resmi Dikukuhkan, Ibu Bibiana Jaya Diamanatkan Sebagai Ketua DPC

advanced divider
Ketua DPC WKRI Paroki MBSB Wae Sambi, Ibu Bibiana Jaya (paling kiri) saat foto bersama sejumlah tokoh. (Foto : Dok. WKRI)

Labuan Bajo, MBSBNews,- Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi, resmi dikukuhkan. Seluruh anggota WKRI  memberi amanat kepada Ibu Bibiana Jaya untuk menjabat sebagai Ketua DPC. Pastor Parokipun berharap agar WKRI Paroki MBSB dapat mengambil peran penting dalam mengejewantahkan ajaran sosial Gereja Katolik.

Dewan Pengurus Cabang (DPC) WKRI Paroki MBSB Wae Sambi dikukuhkan oleh Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD NTT, Josefina Seran Gheta, dalam perayaan ekaristi kudus, yang berlangsung di Gereja Paroki MBSB Wae Sambi, Sabtu (23/08/2025).

Ketua DPC WKRI Paroki MBSB Wae Sambi, Ibu Bibiana Jaya (paling kanan), saat pose bersama Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD NTT, Josefina Seran Gheta, ketua DPRD Mabar dan Wakil Ketua TP PKK Mabar, Ny. Mely Weng. (Foto : Dok. WKRI)
Ketua DPC WKRI Paroki MBSB Wae Sambi, Ibu Bibiana Jaya (paling kanan), saat pose bersama Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD NTT, Josefina Seran Gheta, ketua DPRD Mabar dan Wakil Ketua TP PKK Mabar, Ny. Mely Weng. (Foto : Dok. WKRI)

Perayaan ekaristi dipimpin oleh Paroki MBSB Wae Sambi, RD. Dominikus Risno Maden. Dalam homilinya, RD. Risno menegaskan bahwa momen pembentukan WKRI Paroki Wae Sambi sebagai sebuah Cabang baru dan pelantikan DPC yang perdana, ini sangat mudah diingat.

“Mengapa? Karena peristiwa ini terjadi pada tahun pastoral tata kelola keuskupan Labuan Bajo, juga pada usia 10 tahun paroki Wae Sambi, dan 80 tahun usia kemerdekaan bangsa Indonesia. Semua ini berkat, sekaligus tugas,” jelas RD. Risno.

RD. Risno berharap, agar WKRI DPC Paroki Wae Sambi senantiasa membaca tanda-tanda zaman dengan melakukan analisis sosial agar mampu mengambil langkah yang solutif dan transformatif dalam konteks kota Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas, sehingga kota ini tidak hanya menjadi kota yang menjanjikan bagi kita saja, tetapi juga bagi generasi masa depan.

Identitas sebagai “wanita Katolik”, tegas RD. Risno, mengandaikan bahwa kita senantiasa menimba dari kekayaan spiritual Gereja Katolik, sehingga mampu menjadi “wanita Republik Indonesia” yang mampu mengejawantahkan ajaran sosial Gereja Katolik, seperti penghormatan terhadap martabat manusia, mengupayakan kesejahteraan bersama, bersikap solider, perhatian terhadap mereka yang berkekurangan, dan merawat keutuhan ciptaan.

Sesaat sebelum perayaan ekaristi, dilangsungkan Konferensi Cabang Pertama, yang digelar di Aula Paroki MBSB. Konferensi itu mengambil tema : “Bersama Wanita Katolik Republik Indonesia Kita Awali Langkah Menuju Pelayanan Yang Solutif dan Transformatif”.

Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD NTT, Josefina Seran Gheta, saat memberikan sambutan pada konferensi itu menjelaskan bahwa dengan terbentuk dan dikukuhkanya WKRI Cabang Paroki MBSB Wae Sambi, maka jumlah WKRI Cabang di seluruh NTT bertambah menjadi 34 DPC.

“Tetapi kita tentu saja tidak bangga dengan jumlah. Jangan melihat kuantitas. Kita harus melihat kuwalitas kita seperti apa. Karena itu, kita harus komit dengan apa yang tertulis di AD ART,” jelasnya.

Josefina juga berharap agar DPC WKRI Paroki MBSB dapat hadir untuk membawa solusi, minimal di lingkup Paroki MBSB Wae Sambi.

Selain Josefina, hadir juga pada kegiatan Konfercab ini, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Benediktus Nurdin dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Barat, Ny. Mely Weng.

Ketua DPRD Kab. Manggarai Barat saat memberikan sumbangan kepada WKRI. (Foto : Dok. WKRI)
Ketua DPRD Kab. Manggarai Barat saat memberikan sumbangan kepada WKRI. (Foto : Dok. WKRI)

Ketua DPRD, Beny Nurdin dalam sambutanya menjelaskan bahwa peran WKRI sangat besar dalam membangun karakter anak bangsa.

Karena itu, dia sangat berharap agar WKRI Cabang Paroki MBSB Wae Sambi dapat benar-benar mengaktualisasikan diri, sesuai dengan apa yang tertuang dalam AD/ART WKRI.

Diakhir sambutanya, Ketua DPRD memberikan sumbangan pribadi kepada WKRI, baik untuk DPC Paroki MBSB Wae Sambi maupun untuk DPC Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo.

Sementara itu, Wakil Ketua TP. PKK Kabupaten Manggarai Barat, Ny. Mely Weng, dalam sambutanya berharap agar DPC WKRI Paroki MBSB dapat mewujudkan tema yang diangkat dalam kegiatan itu, yakni menuju pelayanan yang solutif dan transformatif.

“Karena ini pertama buat kita, maka saya mengajak kita semua, mari kita bekerja untuk mewujudkan tema yang kita angkat dalam kegiatan ini. Sedapat mungkin kita menjadi pencari solusi, menjadi pemecah masalah. Jangan kita yang menjadi penyebab masalah,” ungkapnya.

Selain memberi amanat kepada Ibu Bibiana Jaya sebagai Ketua DPC WKRI, dalam rapat pleno, seluruh anggota WKRI Cabang Paroki MBSB Wae Sambi juga menetapkan Ibu Anastasia Jemiman sebgai Wakil I dan Ibu Theresia Kae sebagai Wakil II. Sedangkan struktur kepengurusan lainya, akan disesuaikan kemudian. Masa jabatan pengurus ini akan berlangsung selama 3 tahun, yakni 2025-2028. (Ferdy Jemaun)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait