Pimpin Misa Syukur RAT XVII INKOPDIT, Uskup Labuan Bajo Soroti Tiga Isu Strategis

advanced divider

Penulis : Ferdy Jemaun/Sie Komsos Paroki MBSB

Golo Mori, MBSBNews,- Uskup Labuan Bajo, Mgr. Prof. Dr. Maksimus Regus, S.Fil, M.Si pimpin Perayaan Misa Syukur dalam rangka Rapat Anggota Tahunan (RAT) XVII Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT) Tahun Buku 2025. 3 isu strategis terkait tema kegiatan, disampaikan Uskup Mgr. Maksi dalam homilinya pada perayaan itu.

Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XVII Tahun Buku 2025 dengan mengusung tema besar yang visioner: “Reideologi, Transformasi, dan Resiliensi GKKI Menuju 2070”. RAT diawali dengan perayaan Misa Syukur, yang berlangsung di Golo Mori Convention Centre, Rabu (24/06/2026).

Perayaan Misa Syukur RAT Inkopdit di GMCC. (Foto : Ferdy Jemaun)

Perayaan akbar ini menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh penggerak koperasi kredit di Indonesia, terlebih dengan hadirnya Uskup Labuan Bajo, Prof. Dr. Mgr. Maksimus Regus yang memimpin langsung perayaan ekaristi kudus itu. Dalam homilinya pada perayaan itu, Mgr. Maksimus menyampaikan pokok-pokok pikiran strategisnya berkaitan dengan tema kegiatan, yang dikemas ke dalam tiga isu krusial demi menjaga keberlanjutan dan marwah Gerakan Koperasi Kredit Indonesia (GKKI).

3 isu krusial itu, adalah, pertama : terkait krisis identitas yang berdampak pada kehilangan roh solidaritas.

Pada isu pertama ini, Uskup Mgr. Maksi menyoroti bahaya laten berupa krisis identitas yang rentan dialami oleh lembaga keuangan modern. Beliau mengingatkan agar koperasi kredit tidak terjebak dalam arus kapitalisasi yang hanya berfokus pada angka-angka semata.

“Koperasi kredit jangan sampai hanya menjadi sekadar tempat simpan pinjam untuk mengejar pertumbuhan aset anggota, tetapi kehilangan roh dasarnya, yaitu solidaritas pemberdayaan,” tegas Mgr. Maksimus.

Menurutnya, kekuatan utama koperasi bukanlah pada seberapa besar modal yang diputar, melainkan seberapa besar dampak sosial dan pemberdayaan yang dirasakan langsung oleh anggotanya.

Isu lain yang disampaikan Uskup Mgr. Maksi terkait tema kegiatan RAT itu adalah  tantangan transformasi, dengan penekanan agar modernisasi tetap berakar pada Iman.

Mgr. Maksimus menggarisbawahi realitas perubahan zaman yang bergerak luar biasa cepat akibat penetrasi dunia modern cyber. Era digital ini diakui telah mengubah perilaku masyarakat dan pola interaksi ekonomi secara drastis.

Meski transformasi digital dan manajerial merupakan sebuah kewajiban agar koperasi tetap relevan, Uskup Mgr. Maksi mengingatkan agar aspek spiritual tidak ditinggalkan.

Terkait adaptasi teknologi, kata Uskup Mgr. Maksi, koperasi wajib bertransformasi mengikuti perkembangan siber, tetapi di tengah perubahan perilaku tersebut, insan koperasi tidak boleh lupa untuk kembali kepada iman sebagai sumber pegangan kehidupan yang bermartabat.

Isu berikutnya yang disoroti Uskup Mgr. Maksi berkaitan dengan tema kegiatan adalah terkait regenerasi, agar Inkopdit dapat menjadi rumah masa depan, bukan arsip masa lalu.

Isu ketiga ini sekaligus penutup refleksi agar fokus pada keberlanjutan organisasi menuju tahun 2070. Mgr. Maksimus menegaskan bahwa Inkopdit harus memiliki akar yang kuat agar mampu bertahan melintasi zaman. Kuncinya terletak pada bagaimana koperasi mempersiapkan estafet kepemimpinan.

Beliau menyatakan bahwa pelayanan Inkopdit hari ini harus mampu melahirkan generasi baru. Dengan demikian, koperasi akan terus hidup dan adaptif.

“Inkopdit harus bisa menjadi rumah solidaritas untuk masa depan, dan tidak hanya berakhir menjadi arsip kejayaan masa lalu,” imbuh Beliau.

Pesan dari Uskup Labuan Bajo ini memberikan arah yang jelas bagi jalannya RAT ke-XVII Inkopdit. Tema Reideologi, Transformasi, dan Resiliensi bukan lagi sekadar slogan, melainkan sebuah peta jalan (roadmap) konkret.

Melalui pemurnian ideologi (reideologi), adaptasi zaman (transformasi), dan ketahanan organisasi (resiliensi) yang didorong oleh semangat regenerasi serta iman, GKKI diharapkan mampu melangkah mantap dan tetap jaya hingga tahun 2070, sebagaimana tema yang telah digaungkan.***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait