Kunjungi Wilayah V, Uskup Mgr. Maksi Diterima ‘Umat Internasional’

advanced divider
Uskup Mgr. Maksi saat foto bersama seluruh umat Wilayah V. (Foto : Tim Dok. Wil. V)

Labuan Bajo, MBSBNews,- Kunjungan Pastoral Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, ke Wilayah V Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi, diterima oleh umat lintas negara. Ada umat dari Korea Selatan juga ada umat dari Afrika.

Para Suster dari Ordo Kkottongnae, umat dari Korea Selatan. (Foto : Tim Dok. Wil. V)
Para Suster dari Ordo Kkottongnae, umat dari Korea Selatan. (Foto : Tim Dok. Wil. V)

“Kita harus bersyukur atas perjumpaan malam ini. Saya cukup berkesan, sebab perayaan kita malam hari ini adalah perayaan internasional, karena ada umat dari Korea Selatan, dari Filiphina, juga ada umat dari Afrika,” ungkap Uskup Mgr. Maksi, disambut gelak tawa umat, pada perayaan ekaristi yang berlangsung disalah satu umat Wilayah V di Cowang Dereng, Selasa (27/05/2025) lalu.

Umat Internasional yang dimaksudkan Uskup Mgr. Maksi pada perayaan itu adalah para Suster dari biara Kkottongnae dan para Bruder dari biara MOP.

Biara Kkottongnae adalah Susteran asal Korea Selatan yang bermukim di wilayah V, tepatnya di KBG Sint. Hilarion. Para Suster yang mengabdi di biara itu, tidak hanya berasal dari Korea Selatan tetapi juga dari Filipina.

Selain biara Kkottongane, di wilayah V juga ada biara MOP, sebuah biara asal Afrika, yang rata-rata para Brudernya berasal dari Afrika dan juga Timor Leste.

Keberadan para suster asal Korea Selatan dan para Bruder asal Afrika itulah yang dimaksudkan Uskup Mgr. Maksi sebagai umat internasional. Pada kunjungan Pastoral Uskup Mgr. Maksi di Wilayah V, para Suster dan Bruder dari luar negeri itu semua ikut hadir.

Kunjungan Uskup Mgr. Maksi ke Wilayah V, merupakan Kunjungan Pastoral ke seluruh wilayah sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi yang ke-10.

“Kita dibingkai dalam rasa syukur atas perjalanan Paroki MBSB selama 1 dekade ini,” ungkap Uskup Mgr. Maksi dalam homilinya.

Pada kesempatan itu, Uskup Mgr. Maksi bahkan mengakui bahwa Keuskupan Labuan Bajo harus belajar banyak dari Paroki MBSB Wae Sambi, yang telah mengalami perkembangan yang luar biasa dalam kurun waktu selama 10 tahun.

Uskup Mgr. Maksi saat foro bersama dengan para Bruder dari Afrika dan Para Suster dari Korea Selatan. (Foto : Tim Dok. Wil. V)
Uskup Mgr. Maksi (tengah) saat foro bersama dengan para Bruder dari Afrika dan Para Suster dari Korea Selatan. (Foto : Tim Dok. Wil. V)

Sementara itu, dalam sambutanya, Ketua Wilayah V, Ferdy Jemaun, mengambarkan kondisi umat wilayah V, yang terdiri dari 7 KBG, dengan total umat sebanyak 146 Kepala Keluarga (KK).

“Ada 7 KBG dengan total KK sebanyak 146, sudah termasuk KK yang tinggal sementara di rumah-rumah kontrakan, tetapi belum termasuk KK yang tinggal di rumah kost-kostan,” jelas Ferdy Jemaun.

Terkait keberadaan KK yang ada di rumah kost-kostan, aku Ferdy Jemaun, masih menjadi pekerjaan rumah bagi dirinya dan para ketua KBG. Sebab hingga saat ini, KK yang tinggal di rumah kost-kostan belum terjangkau program Pastoral Gereja.

Dicontohkanya, pada jadwal doa bulan Maria, hampir semua rumah kost-kostan dilewati, padahal didalamnya ada banyak umat Katolik.

Hal lain yang disampaikanya pada kesempatan itu adalah terkait keberadaan keluarga-keluarga muda yang jarang aktif dalam berbabagi kegiatan gereja, karena sibuk bekerja, menata ekonomi keluarga.

Ferdy kemudian memohon doa dari Uskup Mgr. Maksi, khusus untuk keluarga-keluarga muda ini, agar selain sibuk bekerja, mereka juga bisa meluangkan waktu untuk kegiatan gereja.***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait