Gelar Evaluasi  Pastoral Tahun Pariwista Holistik, RD. Martin Chen Dorong Penghayatan Iman yang Kontekstual

advanced divider

Kevikepan Labuan Bajo menggelar kegiatan Evaluasi Pastoral Tahun Pariwisata Holistik 2022. Kegiatan yang berlangsung sejak 1 Desember 2022 sampai 2 Desember 2022 ini bertempat di Aula Alfa-Omega Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi Labuan Bajo. Kegiatan ini melibatkan Romo Vikep Labuan Bajo, tim Pusat Pastoral (PusPas) Keuskupan Ruteng, para Pastor Paroki, dan pengurus DPP/DKP sewilayah Kevikepan Labuan Bajo.

Dalam wawancaranya, RD. Martin Chen menegaskan bahwa dalam kegiatan evaluasi tersebut terdapat dua hal yang hendak dilihat secara bersama, yakni pertama, meyangkut perubahan dalam pelayanan pastoral umat dan kedua, terkait perkembangan program pastoral di setiap paroki.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan Evaluasi Pastoral Tahun Pariwisata Holistik 2022. Sebetulnya dalam kegiatan ini ada dua hal yang menjadi sasaran evaluasi. Pertama, kira-kira perubahan seperti apa yang terjadi dalam konteks pelayanan pastoral di wilayah Keuskupan Ruteng saat ini. Kedua, dalam kegiatan ini kami juga mengevaluasi  sejauh mana perkembangan program pastoral yang telah dibuat masing-masing paroki dalam setahun belakangan ini”, kata Direktur PusPas Keuskupan Ruteng tersebut.

Sementara itu, RD. Rikard Manggu juga menambahkan bahwa dalam kegiatan ini setiap paroki  turut mepresentasikan kinerja dan perkembangan program pastoral selama Tahun Pariwisata Holistik 2022.

“Dalam kegiatan ini, masing-masing paroki diberi kesempatan untuk mempresentasikan sejauh mana capaian program pastoral yang telah dibuat selama satu tahun belakangan ini. Dalam presentasi tersebut masing-masing paroki memaparkan tingkat kemajuan sekaligus hambatan, kendala, ataupun kekurangan selama program Tahun Pariwisata Holistik 2022 ini”, pungkas Romo Vikep Labuan Bajo tersebut.

Salah satu peserta rapat mempresentasikan program kerja pastoral dalam Kegiatan Evaluasi Program Pastoral Tahun Pariwisata Holistik 2022

Evaluasi sebagai Proses Belajar

Menurut RD. Beben Gaguk, kegiatan evaluasi ini merupakan sebentuk proses belajar yang dibuat oleh Keuskupan Ruteng.

“Dalam proses kerja pastoral keuskupan Keuskupan Ruteng terdapat tiga tahap yang mesti  dilalui yakni, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Karena itu, saat ini kita memasuki tahap evaluasi, yakni sebuah kesempatan untuk belajar bersama dari setiap paroki. Di situ kita melihat kekuataan dari cerita-cerita sukses yang telah diperoleh yang kemudian dapat dijadikan sebagai bekal ataupun inspirasi pastoral di tahun yang akan datang. Selain itu, di sana kami juga belajar tentang  kekurangan yang masih ada sehingga itu dapat dibenahi dalam tahun pastoral berikutnya”, tegas anggota Tim Puspas Keuskupan Ruteng tersebut.

Hal yang sama juga ditegaskan bapa Lamber, perwakilan DPP Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi. Menurutnya, kegiatan ini adalah kesempatan tampan agar setiap paroki dapat saling membagi pengalaman pastoral selama satu tahun belakangan ini.

“Untuk saya ini adalah sebuah momentum yang baik, sebab melalui program ini masing-masing paroki mengutus perwakilannya untuk duduk bersama sembari  membagi pengalamannya selama ini. Dari model sharing semacam ini, tentu kita mendapat pengetahuan dan insight baru sehingga dengan itu semua program pastoral kita ke depan dapat berjalan dan berkembang dengan baik”, tegas bapa Lamber.

Tetap Teguh dan Terus Bergandengan Tangan

Di akhir kegiatan RD. Martin Chen mengharapkan agar para imam dan semua umat terus bekerja sama demi pengembangan kehidupan iman ke depan.

“Tentu, saya berharap semoga setiap kita, baik itu selaku imam maupun awam, agar terus bergandeng tangan demi mengembangkan dan meningkatkan kehidupan iman umat secara konkret. Kiranya dengan dan melalui kegiatan ini kita semakin terdorong untuk menghayati iman yang mendalam dan kontekstual”, pungkas RD. Martin Chen.

RD. Martin Chen dan RD. Rikard Manggu (dari kiri ke kanan) saat Rapat Evaluasi Program Pastoral Pariwisata Holistik 2022

Sementara itu, RD. Rikard Manggu juga mengharapkan agar melalui kegiatan ini setiap pihak mampu mengembangkan kehidupan berpastoral yang dengan lebih giat dan semangat.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, setiap kita dapat melaksanakan dan mengembangkan dengan lebih giat dan semangat. Saya berharap semoga dalam setiap karya pastoral, kita dapat menjadikan semangat Kristus sebagai contoh bagaimana menjalankan dan memajukan program pastoral yang sesungguhnya”, kata RD. Rikar.

 

Penulis: Fr. Ican Pryatno

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait