Labuan Bajo, MBSBNews – Kongregasi Suster-Suster Santa Maria Berduka Cita (SMBC) memulai pembangunan Biara Santa Maria Berduka Cita di Wae Sambi, Labuan Bajo, melalui ibadat peletakan batu pertama yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026), pukul 09.30 WITA. Biara ini dibangun bersebelahan dengan Pasar Wae Sambi atau sekitar 300 meter di sebelah barat Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi.
Ibadat peletakan batu pertama ini dipimpin oleh Pastor Paroki Wae Sambi, RD. Risno Maden, dan dihadiri para Suster SMBC, para biarawati dari berbagai kongregasi, umat, pengurus Komunitas Basis Gerejawi (KBG), serta masyarakat sekitar.

Dalam homilinya, RD. Risno Maden mengatakan bahwa peletakan batu pertama bukan sekadar dimulainya pembangunan sebuah gedung, melainkan juga peletakan dasar sebuah harapan. Menurutnya, pembangunan biara menjadi tanda iman bahwa Allah terus berkarya di tengah Gereja-Nya.
Ia juga menegaskan bahwa fondasi utama biara bukan hanya batu, semen, dan beton, tetapi juga iman, doa, dan penyerahan diri kepada Tuhan. Karena itu, pembangunan fisik hendaknya berjalan seiring dengan pembangunan kehidupan rohani.
Mengacu pada Injil tentang Maria yang tetap setia berdiri di kaki salib, RD. Risno berharap Biara Santa Maria Berduka Cita menjadi “rumah Maria”, tempat setiap orang menemukan penghiburan, ketenangan, dan kekuatan untuk tetap setia mengikuti Kristus. “Semoga setiap batu yang diletakkan menjadi lambang kesetiaan, setiap dinding yang dibangun menjadi tanda persaudaraan, dan setiap doa yang dipanjatkan di tempat ini menjadi sumber berkat bagi Gereja dan masyarakat di Labuan Bajo,” ujarnya.
Sementara itu, Suster Beatriz, SMBC, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dimulainya pembangunan biara, di antaranya Pastor Paroki Wae Sambi, pimpinan Biara Suster Kompasionis, pimpinan Biara Suster Kkottongnae, pengurus KBG Maria Bunda Keluarga, Ketua RT, serta para tetangga yang hadir.
Menurut Sr.Beatriz, bangunan biara ini dirancang dua lantai. Lantai pertama akan difungsikan sebagai gedung Taman Kanak-Kanak, sedangkan lantai kedua akan menjadi biara atau tempat tinggal para Suster SMBC.
Ia berharap pembangunan dapat berjalan dengan lancar sehingga kompleks biara tersebut tidak hanya menjadi rumah hidup religius bagi para suster, tetapi juga menjadi pusat pelayanan pendidikan, pembinaan iman, dan karya kasih bagi umat serta masyarakat di Wae Sambi dan sekitarnya.
Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya karya baru Kongregasi Suster-Suster Santa Maria Berduka Cita di Keuskupan Labuan Bajo. Kehadiran biara tersebut diharapkan semakin memperkuat pelayanan Gereja melalui kehidupan doa, pendidikan, dan pelayanan sosial bagi masyarakat.
(Sekretariat Paroki Wae Sambi)



