Labuan Bajo – Pertemuan pleno Paroki Maria Bunda Segala Bangsa (MBSB) Wae Sambi digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 08.00 Wita. Kegiatan ini dihadiri sekitar 60 peserta yang terdiri dari Pastor Paroki, pengurus inti Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Keuangan Paroki (DKP), para ketua seksi dan anggota DPP, ketua wilayah, pengurus KBG, pimpinan komunitas rohani, komunitas biara, serta komunitas kategorial seperti WKRI, OMK, Sekami, PPA, dan THS-THM.

Dalam sambutannya, Pastor Paroki MBSB Wae Sambi, Romo Risno Maden, menekankan pentingnya memperkuat kembali komunitas kategorial, khususnya Sekami, PPA, OMK, dan THS-THM. Ia juga mengingatkan peserta sidang mengenai sejumlah program khas paroki, antara lain Pastoral Asrama, kolekte sampah, program PSE Eco-Enzyme, misa kunjungan KBG bersama Patung Bunda Maria, pastoral berkebutuhan khusus, pastoral lansia dan orang sakit, serta Festival Golo Koe 2026.
Selain itu, Romo Risno menyinggung target percepatan pengisian data Biduk Paroki. Ketua DPP, Bapak Isfridus T. Nardi, menambahkan bahwa pemekaran KBG dan wilayah menjadi salah satu program prioritas tahun 2026, mengingat pertumbuhan umat di Paroki Wae Sambi semakin signifikan.

Foto : Sekretariat
Sidang pleno juga membahas Program Kerja Paroki dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) tahun 2026. Rapat keuangan dipimpin langsung oleh Ketua DKP, Kornelis Joni, yang akrab disapa Pak Jois. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa iuran GM tidak mengalami perubahan, meski terdapat penyesuaian pada beberapa pos anggaran belanja paroki.

Foto : Sekretariat
Pertemuan pleno berakhir sekitar pukul 16.30 Wita, ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Pastor Paroki, Ketua DPP, Ketua DKP, notulis, serta dua perwakilan sidang. Sebelum bubar, seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai penutup kebersamaan hari itu.


