Kukuhkan Pengurus Baru KBG St. Stanislaus, RD. Risno Maden : Menjadi Pengurus, Itu Respon Panggilan Allah

advanced divider
Kukuhkan Pengurus Baru KBG St. Stanislaus, RD. Risno Maden Tegaskan Menjadi Pengurus, Itu Respon Panggilan Allah

Penulis : Albertina Siti Nurbaya
Editor : Ferdy Jemaun

Labuan Bajo, MBSBNews,- Menerima kepercayaan untuk menjadi pengurus KBG adalah bagian dari respon umat Katolik  terhadap panggilan Allah. Menjawap panggilan Allah diwujudkan dengan mejalankan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan dengan tulus dan ikhlas.

Demikian salah satu inti homili Pastor Paroki MBSB Wae Sambi, RD. Risno Maden, pada perayaan ekaristi pengukuhan pengurus baru Kelompok Basis Gereja (KBG) St. Stanislaus, yang berlangsung di kediaman Ketua KBG St. Stanislaus  periode 2006-2025, Bapak Karolus Nisa, Senin (09/06/2025).

Mikael Tandang (ketiga dari kanan), ketua KBG bersama pengurus KBG St. Stanislaus yang baru. (Foto : Dok. KBG St. Stanislaus)
Mikael Tandang (ketiga dari kanan), ketua KBG bersama pengurus KBG St. Stanislaus yang baru. (Foto : Dok. KBG St. Stanislaus)

“Menjadi pengurus KBG adalah respon kita terhadap panggilan Allah. Kita menjawab panggilan Allah untuk menjalani tugas ini. Mungkin terlihat kecil, tetapi Tuhan tidak pernah meremehkan siapapun dan apapun yang kita lakukan,” ungkap RD. Risno dalam homilinya.

Orang-orang yang dipercayakan oleh Allah untuk menjalani karya-karya besar, kata RD. Risno, bukanlah orang-orang besar. Tetapi orang-orang kecil, sebagaimana Petrus yang adalah seorang nelayan, kemudian menjadi Paus pertama dalam gereja Katolik.

“Kalau kita menganggap pengurus KBG adalah tugas kecil, tugas yang remeh,  tetapi kita menjalankanya dengan hati penuh Ikhlas, maka ada begitu banyak  karya Allah yang di tunjukkan-Nya lewat pelayanan-pelayanan kita yang kecil itu,” lanjutnya.

RD. Risno meyakini bahwa para pengurus KBG yang baru dikukuhkan ini, tidak akan dibiarkan berjalan sendiri. Mereka akan berjalan bersama Bunda Maria, sebab pada hari yang sama juga dirayakan peringatan Maria Bunda Gereja.

“Oleh karena itu Bpk Mikael Tandang bersama para pengurus lainya, diundang untuk jangan pernah takut untuk mengambil model pelayanan yang mungkin terlihat kecil. Seberapa pun kecil pelayanan kita, ingat, Tuhan sering kali melakukan pekerjaan-pekerjaan besar pada diri orang kecil,” katanya.

Terkait kaum ibu yang dilibatkan sebagai pengurus, RD. Risno tegaskan bahwa itu adalah cara Allah untuk memilih perempuan yang hebat menjadi bunda Allah atau dalam konteks perayaan hari ini, menjadi Bunda Gereja.

Membangun Komunitas Pengharapan Dengan Mencintai Perjumpaan

Pada kesempatan yang sama, RD. Risno juga menekankan kembali pesan yang berulangkali disampaikan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, tentang pentingnya membangun komunitas berpengharapan.

Pastor Paroki MSBS, RD. Risno bersama anggota koor KBG St. Stanislaus. (Foto : Dok. KBG)
Pastor Paroki MSBS, RD. Risno bersama anggota koor KBG St. Stanislaus. (Foto : Dok. KBG)

Komunitas pengharapan mesti menjadi komunitas yang mencintai perjumpaan. Kalau orang tidak lagi mencintai perjumpaan atau anti dengan perjumpaan, bagimana mungkin bisa hidup berdampingan. Perjumpaan itu bukan hanya saling menatap wajah, tetapi juga mesti saling meneguhkan, menyembuhkan. Komunitas pengharapan mesti selalu bertumbuh dalam iman.

“Dalam doa-doa kita, kadang kita hanya meminta supaya Allah menambah kekayaan kita. Atau juga kita meminta supaya Allah menganugerahkan rahmat supaya anak-anak kita bisa bertumbuh dengan baik. Tetapi satu hal yang mesti kita ingat bahwa kita meminta rahmat dari Allah supaya iman kita bertumbuh, sehingga dari waktu ke waktu kita menjadi pribadi yang dewasa, tidak hanya dalam segi usia, tetapi juga dalam segi iman kita,” ujar RD. Risno, seraya menambahkan bahwa komunitas pengharapan mesti mencintai keterlibatan kita dengan orang lain yakni bersaksi. Bersaksi bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan perbuatan.

Mengutip teks bacaan pertama pada misa itu, tentang cara hidup jemaat perdana, RD. Risno menjelaskan bahwa cara hidup mereka sebenarnya telah menjadi cara hidup kita hingga saat ini.

“Bicara tentang KBG, sebenarnya bicara tentang cara jemaat gereja perdana yang adalah kumpulan dari orang-orang dan keluarga-keluarga. KBG adalah konteks jemaat perdana. Apa yang menjadi milik mereka adalah milik bersama. Apa yang di berikan Allah kepada kita, semuanya diberi. Kita hidup di atas muka bumi ini bukan hanya untuk diri kita. Hidup kita akan berarti, kalau  kita berarti bagi orang lain,” ungkapnya.

Di akhir homilinya, RD. Risno mengharapkan agar semangat yang pernah diletakkan oleh pengurus sebelumnya, senantiasa menyemati Bapak Mikael dan para pengurus lainnya, supaya tidak lelah dalam hal berbuat baik.

Selain RD. Risno Maden yang memimpin perayaan ekaristi pengurus KBG St. Stanislaus ini, hadir pula dua  Imam selebran, yakni : RD. Benyamin Malung dan Pater Danto, SVD. Turut hadir menyaksikan acara pengukuhan tersebut ketua KBG St. Lukas Bapak Largus Fon, yang merupakan KBG pemekaran dari KBG St. Stanislaus. Hadir pula para suster dari susteran Compasioness yang tinggal di KBG St. Lukas. Perayaan Ekaristi  ini diiringi oleh koor KBG bersama komunitas KPA seminari ketentang yang merupakan bagian dari KBG St. Stanislaus.

Semantara itu, dalam kata sambutannya setelah misa, ketua KBG periode 2006-2025, Bapak Karolus Nisa memberi pesan agar dalam melaksanakan tugas sebagai ketua KBG, bila beban terasa berat, hadapilah dengan senyum. Sedangkan Ketua KBG terpilih periode 2025-2029, Bapak Mikael Tandang meminta dukungan dari warga KBG, untuk sama-sama bekerja dan berkerja bersama-sama.***

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait