“Di Tengah Bising, Ada Bisikan Tuhan”

advanced divider

“Berbahagialah matamu karena melihat,

dan telingamu karena mendengar” (Mat 13:16).

Kamis, 23 Juli 2023

Yesus mengucapkannya setelah menjelaskan perumpamaan. Bagi sebagian orang, itu hanya cerita. Bagi yang memiliki iman akan Allah pasti bertanya, itu pintu ke rahasia Kerajaan Surga.

“Berbahagialah matamu karena melihat”

Kita berbahagia bukan karena kita lebih suci, lebih pintar, atau lebih hebat dari siapa pun.
Kita berbahagia karena kita diberi anugerah yang luar biasa: kesempatan untuk melihat Yesus. Melihat Dia dalam pecahan Hosti yang diangkat di atas altar,
Melihat Dia dalam halaman Injil yang kita baca dengan tangan gemetar,
Melihat Dia dalam wajah sesama yang terluka, lapar, dan dilupakan di pinggir jalan.

“Dan telingamu karena mendengar”

Mendengar bukan sekadar dengar khotbah. Mendengar adalah membuka hati, merenung, lalu taat. Di tengah bising dunia yang tak pernah berhenti, suara Tuhan tetap lembut. Ia tidak berteriak menyaingi notifikasi, tidak memaksa masuk lewat keramaian. Ia berbisik. Tapi bisikan itu hanya bisa ditangkap oleh hati yang hening. Hati yang mau menutup pintu sebentar, mematikan gaduh, dan duduk seperti murid di kaki Guru.

Dunia melatih kita untuk cepat bereaksi. Tuhan melatih kita untuk diam dan mendengar. Karena di keheningan itulah Ia berkata: “Aku di sini. Aku melihatmu. Aku memanggil namamu. ”Dan hanya mereka yang mau hening, yang akan pulang membawa jawaban.

Jadilah murid yang dekat dan taat. Karena mata yang melihat dan telinga yang mendengar, akan berjalan mewartakan: “Aku telah melihat Tuhan.”

Tuhan memberkati!

 

 

Oleh : Fr. Fredos Magung

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print