Labuan Bajo, MBSBNews,- Admin data umat dari masing-masing KBG dalam wilayah Paroki MBSB Wae Sambi, mengikuti kegiatan pelatihan pengisian data umat lewat aplikasi BIDUK. Selain untuk memastikan jumlah umat secara real time, salah satu target dari pengisian data pada aplikasi BIDUK ini adalah untuk memastikan asal paroki dari seorang umat, sehingga tidak akan terjadi dualisme status paroki asal.
Sebagaimana disaksikan MBSBNews, pelatihan pengisian data umat pada aplikasi BIDUK, itu berlangsung di Aula Paroki MBSB Wae Sambi, Sabtu (06/12/2025).

Pastor Paroki MBSB Wae Sambi, RD. Risno Maden, saat membuka kegiatan itu menyampaikan terima kasih kepada peserta kegiatan, atas kerelaan mereka menjadi admin BIDUK di tingkat KBG.
“Terima kasih banyak atas kerelaan kita semua untuk menerima tanggung jawab ini dengan ikhlas. Sama seperti imam, tidak semua orang terpanggil untuk menjadi biarawan atau biarawati,” jelas RD. Risno.
Dijelaskan pula oleh RD Risno bahwa Keuskupan Labuan Bajo telah menetapkan tahun ini sebagai tahun tata Kelola partisipatif.
“Jadi tugas ini bagian dari karya pastoral data. Ini tahun tata kelola partisipatif. Mesti membangun sistem, baik di keuskupan, paroki maupun wilayah dan KBG,” ungkapnya.
Selanjutnya, RD Risno menjelaskan bahwa BIDUK itu merupakan akronim dari Basis Integrasi Data Umat Keuskupan, sebuah aplikasi berbasis website yang akan mendata umat dengan basis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Di Indonesia, BIDUK sudah mulai digunakan di wilayah Keuskupan Agung Jakarta. Sedangkan untuk keuskupan Labuan Bajo, pada saat ini baru pada tahap pengenalan, walau Sebagian kecil paroki sudah ada yang mulai mengisinya.
Untuk Paroki MBSB Wae Sambi, kata RD. Risno, sebenarnya sudah lama dikenalkan. Bahkan ketika masih bergabung dengan Keuskupan Ruteng, Paroki MBSB Wae Sambi ditetapkan sebagai salah satu pilot project.
“Sebenarnya sudah lama paroki kita ditetapkan sebagai Pilot Project BIDUK ini. Hanya karena berbagai kendala, sehingga saat ini kita baru mulai,” aku RD. Risno.

Diakui pula oleh RD. Risno bahwa terkait pengisian data umat Paroki MBSB pada aplikasi BIDUK, ini sudah mulai dilakukan oleh Mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng bebera waktu yang lalu.
“Sudah ada pendataan sebelumnya, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng. Sehingga per-25 November data umat paroki MBSB Wae Sambi sudah ada sekitar 4900-an org yang sudah diinput. Tapi pasti ada yang belum terinput dengan baik. Dan data-data itu belum diolah sepenuhnya. Itulah alasannya kita semua diundang untuk mengikuti kegiatan ini, untuk melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh teman-teman dari Unika St. Paulus Ruteng,” jelasnya.
Selanjutnya, Dion Amri selaku admin di tingkat Paroki, memberikan penjelasan secara teknis tentang langkah-langkah pengisian data umat pada aplikasi BIDUK itu. Dion Amri merupakan salah satu utusan paroki MBSB Wae Sambi untuk mengikuti kegiatan pelatihan yang sama di tingkat Keuskupan Labuan Bajo.
Dari penjelasan yang disampaikan Dion Amri, dapat disimpulkan bahwa basis utama dalam pengisian aplikasi BIDUK ini adalah Kartu Keluarga (KK), sebab kolom utama yang diisi adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Dengan demikian, maka diharapkan kepada seluruh umat Paroki MBSB untuk dapat mengumpulkan Kartu Keluarga kepada Admin KBG, melalui Ketua KBG masing-masing, untuk selanjutnya diisi pada Aplikasi BIDUK. (EfjE)***


