Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
Matius 17:1-9
Di atas gunung Tabor, para murid melihat kemuliaan Yesus. Wajah-Nya bercahaya, pakaian-Nya putih. Di saat itu juga terdengar suara Bapa: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”
Dari peristiwa ini kita belajar 3 hal:
Pertama, Terang itu untuk bekal, bukan untuk menetap.
Kita sering ingin hidup selalu tenang dan bahagia, tanpa masalah. Tapi gunung Tabor hanya tempat singgah. Setelah itu Yesus dan murid-murid harus turun lagi. Terang dari Tuhan bukan untuk membuat kita nyaman di atas, tetapi untuk menguatkan kita saat menghadapi tantangan di bawah.
Kedua, Saat gelap, ingatlah wajah Kristus.
Ada kalanya hidup kita terasa berat, bingung, dan kosong. Di saat seperti itu, mari kembali menatap Yesus. Sabda-Nya bisa menguatkan dan memberi harapan baru. Kemuliaan Tuhan tidak hanya untuk dilihat, tetapi harus kita tunjukkan lewat sikap: menolong, mengampuni, dan mengasihi.
Ketiga, Dari doa menuju tindakan.
Yesus mengajak kita “naik ke gunung” lewat doa. Di sana kita mendengarkan Dia. Tapi setelah berdoa, kita diutus kembali ke keluarga, pekerjaan, dan komunitas. Menjadi murid berarti setia, bukan hanya saat semuanya indah, tetapi juga saat harus memikul salib bersama Kristus.
Marilah kita turun dari gunung doa dan menjadi terang bagi dunia.
Tuhan memberkati. Amin