“Gelombang Tak Pernah Lebih Besar dari Kasih Tuhan”

advanced divider

Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang

 (Matius 14:22–36)

Sesudah memberi makan lima ribu orang, Yesus menyuruh para murid menyeberang danau. Di tengah perjalanan, angin sakal membuat perahu mereka terombang-ambing. Ketika Yesus datang berjalan di atas air, ketakutan berubah menjadi harapan. Namun Petrus mulai tenggelam saat perhatiannya lebih tertuju pada badai daripada kepada Tuhan.

Pengalaman Petrus adalah cermin kehidupan kita. Tidak sedikit persoalan yang membuat iman goyah: pekerjaan, keluarga, kesehatan, atau masa depan. Selama kita hanya menghitung besarnya gelombang, kita akan mudah dikuasai rasa takut. Sebaliknya, ketika pandangan tetap tertuju kepada Kristus, kita memperoleh keberanian untuk melangkah.

Kadang hidup memang seperti lautan yang bergelora; ombaknya tidak selalu reda, tetapi tangan Tuhan selalu lebih dekat daripada yang kita sangka. Ia tidak selalu menghilangkan badai, tetapi selalu hadir untuk menyelamatkan orang yang berseru kepada-Nya.

Karena itu, marilah kita belajar menaruh kepercayaan kepada Yesus. Iman bukanlah keyakinan bahwa hidup akan bebas dari kesulitan, melainkan kepastian bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjuang sendirian. Bersama-Nya, setiap badai dapat menjadi jalan menuju pengenalan yang lebih dalam akan kasih Allah.

Tuhan memberkati!

Oleh : Fr. Fredos Magung

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print