Pesta St. Maria Magdalena
Rabu, 22 Juni 2026
Injil Yohanes 20:1,11-18.
Maria Magdalena berdiri di depan kubur yang kosong. Yang ia lihat hanya gelap, batu terguling, dan kain kafan yang tergeletak. Yang ia cari adalah mayat Guru yang dikasihinya. Dukanya begitu besar sampai ia tidak mengenali Yesus yang berdiri tepat di depannya. Ia mengira Dia tukang kebun. Sampai Yesus menyebut namanya: “Maria!” Dan seketika air mata berubah jadi pewartaan.Pertanyaan Yesus masih sama sampai hari ini: “Ibu, mengapa engkau menangis. Siapakah yang engkau cari?”
Kita sering menangis di “kubur-kubur” hidup kita. Kubur harapan yang mati. Kubur relasi yang retak. Kubur mimpi yang terkubur karena kecewa. Kita mencari Yesus di tempat yang salah: di masa lalu, di pengakuan orang, di pencapaian.Kita menangis karena merasa ditinggal. Padahal Dia berdiri di belakang kita, menunggu untuk memanggil nama kita satu-satu.Yesus tidak menghapus air mata Maria dengan kata-kata panjang. Ia hanya menyebut namanya. Karena kasih yang mengenal nama, sanggup mengubah tangis jadi misi.Dari pencari mayat, Maria menjadi rasul pertama Kebangkitan. Ia diutus: “Pergilah, katakan kepada saudara-saudara-Ku...”Maka hari ini Tuhan juga bertanya kepada kita:
Siapakah yang engkau cari?
Jika yang kita cari adalah Dia yang Hidup, maka tangis kita akan berhenti. Dan kita akan berlari seperti Maria, untuk berkata kepada dunia: “Aku telah melihat Tuhan!”Karena kubur kosong berarti: Dia tidak mati. Dan karena Dia hidup, air mata kita tidak sia-sia.
Tuhan memberkati!