WAE SAMBI – Kuria Maria Tahta Kebijaksanaan Ilahi, Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Wae Sambi, menggelar Perayaan ACIES pada Rabu (25/3/2026) dengan penuh khidmat dan sukacita. Mengusung tema “Setialah kepada Yesus bersama Bunda Maria”, kegiatan ini menjadi momentum penyerahan diri para legioner kepada Tuhan melalui teladan Bunda Maria.

Acara diawali dengan rekoleksi pukul 09.00 yang dibawakan oleh Pastor Paroki Wae Sambi, RD. Risno Maden. Dalam sesi tersebut, ia menegaskan bahwa iman merupakan dasar kesetiaan Maria. “Iman Maria dinyatakan dalam ketaatan dan pengosongan diri, sehingga Allah memiliki tempat dalam keseluruhan hidup Maria,” Selain itu, Ia juga menguraikan tiga pilar kesetiaan Legio Maria, yakni ketaatan tanpa syarat, kehadiran yang setia, dan hidup tinggal di dalam Allah. Ketiga pilar ini diharapkan menjadi landasan rohani bagi para legioner dalam pelayanan sehari-hari.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan doa pembuka Tessera pukul 10.45, dipimpin oleh RD. Arfan, Pastor Vikaris Paroki St. Markus Pateng sekaligus Pemimpin Rohani Legio Maria, sebelum memasuki Perayaan Ekaristi ACIES pada pukul 11.00. Misa dipimpin oleh RD. Risno Maden, didampingi RD. Arfan, serta RD. Servulus Juanda, Pastor Paroki Werang.
Dalam pengantarnya, RD. Risno Maden mengingatkan kembali identitas para legioner sebagai prajurit Kristus yang setia. “Hari ini kita membaharui janji sebagai tentara Kristus, sebagai pribadi yang taat kepada Allah bersama Bunda kita, Santa Perawan Maria,” katanya.
Romo Risno juga menekankan teladan kerendahan hati Bunda Maria sebagai kunci untuk terbuka pada kehendak Allah. Ia mengaitkan refleksi ini dengan bacaan liturgi minggu berikutnya tentang Sang Mesias yang datang dengan kesederhanaan, menunggang keledai, bukan kuda.
Sementara itu, dalam homilinya, RD. Servulus Juanda menyampaikan refleksi mendalam tentang makna dosa dan keselamatan. “Dosa adalah sumber ketakutan manusia, tetapi keselamatan yang menghapus dosa menghadirkan sukacita yang melampaui duka,” tuturnya. Ia mengajak para legioner meneladani Maria dengan menyerahkan hidup kepada Allah, menjadi tanda keselamatan bagi sesama dan ciptaan, serta menggunakan setiap “tahta” kekuasaan yang dimiliki untuk merawat kehidupan.

Puncak perayaan ditandai dengan pembaruan janji setia kepada Bunda Maria sebagai Ratu Legio Maria. Para pemimpin rohani, asisten pemimpin rohani, dan legioner maju satu per satu untuk mengikrarkan komitmen mereka dalam pelayanan Kristus melalui Bunda Maria.
Perayaan ACIES tahun ini diikuti 95 legioner dari berbagai presidium. Paroki Wae Sambi sendiri diwakili enam presidium (lima senior dan satu yunior), selain lima presidium dari luar paroki, yaitu Paroki Wangkung, Paroki St. Klaus Werang, dan Paroki St. Markus Pateng. Hadir pula para anggota auksilier serta ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI).
Ketua panitia, Ibu Katarina Siena Luju, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang menyukseskan kegiatan ini. Perayaan ditutup dengan ramah tamah di Aula Paroki, di mana para legioner saling berbagi pengalaman iman dan memperkuat semangat pelayanan mereka.
Kebersamaan ini kian meneguhkan komitmen para anggota Legio Maria untuk setia kepada Yesus bersama Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari.
(Ibu Albertina Siti Nurbaya)


