Renungan Harian Katolik: Memilih dalam Allah

advanced divider

Bacaan: 1 Kor. 6:1-11

Luk. 6:12-19

 

“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah” (Luk. 6:12).

Sesungguhnya karena kasih, manusia dianugerahi kebebasan. Karena itu, kebebasan yang dimiliki manusia adalah bukti konkret bagaimana ia dianugerahi rahmat, berkat, dan kasih Allah.

Dalam kebebasannya itu, manusia pun berhak untuk menentukan pilihannya. Tidak seperti halnya malaikat yang hanya bisa menentukan satu pilihan untuk berbuat baik, sebaliknya manusia justru diberi kesempatan untuk menemukan, mencari, dan menentukan ragam pilihan dalam hidup. Manusia dapat saja memilih berbuat baik atau berbuat jahat, bertindak bajik ataukah tidak, berbuat kasih ataukah membenci, selalu sabar ataukah akrab dengan putus asa, dan pelbagai ragam pilihan hidup lainnya.

Yang pasti, Allah tetap menghargai setia pilih hidup manusia. Ia tidak akan pernah mencederai niat dan kebebasan kita. Namun, kita harus tetap berpegang teguh pada Allah. Walaupun kita diberi ruang kebebasan untuk menentukan pilihan dalam hidup, namun hendaknya pilihan itu harus didasarkan atas tuntunan dan bimbingan Allah. Seperti halnya Yesus yang pergi ke bukit, mencari situasi hening sembari berdoa memohon pertolongan Allah dalam menentukan pemilihan para murid, demikianlah pilihan hidup kita harus selalu lahir dalam keheningan Kudus dan atas berkat tuntunan cahaya Allah.

Oleh : RD. Risno Maden

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print